Olehsebab itu, Khofifah mengajak apablia ada FKUB yang ingin mengetahui bagaimana antar umat beragama dan hibup rukun berdampingan, adalah Desa Senduro. "Dan ini, mudah mudahan bisa menjadi referensi bagi kerukunan antar umat beragama di tempat tempat lain," katanya. Betapa tidak, Jokowi menyampaikan, bahwa Indonesia ini memiliki 714 Suku.
› Dalam acara Forum Kerukunan Umat Beragama se-Indonesia di Manado, Wapres Ma’ruf Amin menekankan pentingnya kerukunan antar-umat terus dijaga. Teologi yang dibangun setiap agama haruslah teologi kerukunan, bukan konflik. OlehCyprianus Anto Saptowalyono 7 menit baca KOMPAS/CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO Wakil Presiden Ma’ruf Amin tiba di Lanud Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Jumat 19/11/2021.Ratusan orang pada 19 November 2021 menghadiri pembukaan Konferensi Nasional VI Forum Kerukunan Umat Beragama Se-Indonesia 2021 dan Pekan Kerukunan Internasional yang bertempat di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Mereka adalah bagian dari orang pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Tanah Air yang sepekan ini berkonferensi di wilayah ”Bumi Nyiur Melambai”.Saat memberikan sambutan pada pembukaan acara tersebut, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menuturkan bahwa masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang memiliki perbedaan latar belakang agama, suku, adat, dan budaya. Para pendiri bangsa founding fathers telah berhasil merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang merupakan konsensus nasional. Kesepakatan tersebut dapat terwujud karena masing-masing pendiri negara memiliki rasa empati, toleran, dan tidak egois serta lebih mengedepankan kepentingan bersama dari pada kepentingan kelompoknya masing-masing.”Pancasila adalah titik temu di antara seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Kesepakatan tersebut dapat terwujud karena masing-masing pendiri negara memiliki rasa empati, toleran, dan tidak egois serta lebih mengedepankan kepentingan bersama dari pada kepentingan kelompoknya masing-masing,” kata Wapres Amin, Jumat 19/11/2021.KOMPAS/CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO Suasana pembukaan Konferensi Nasional VI Forum Kerukunan Umat Beragama Se-Indonesia 2021 dan Pekan Kerukunan Internasional yang bertempat di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Jumat 19/11/2021.Wapres Amin menuturkan bahwa sikap-sikap positif para pendiri bangsa ini harus terus dirawat, dijaga, dan dipelihara demi tetap berlangsungnya keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia. ”Semangat ini juga yang harus kita wariskan kepada generasi sesudah kita, khususnya kalangan milenial, generasi Z, dan generasi yang lebih belia lagi,” juga Milenial Agen Toleransi Masa DepanMasyarakat Indonesia juga merupakan masyarakat yang beragama. Sebagai masyarakat yang beragama, menurut Wapres Amin, semua pihak juga mesti menjaga kerukunan antar-umat beragama. Hal ini karena kerukunan antar-umat beragama merupakan unsur utama bagi terciptanya kerukunan dan pemeliharaan oleh semua pihak ini dibutuhkan karena kerukunan umat beragama tidak datang dengan sendirinya. Karena itulah, majelis-majelis agama bersama pemerintah membentuk Forum Kerukunan Umat Beragama FKUB yang tugas utamanya adalah melakukan berbagai upaya dalam menjaga kerukunan antar-umat beragama, baik dalam bentuk dialog maupun mediasi, untuk mencegah terjadinya konflik atau menyelesaikan PURNA JATI Seorang seniman menggambar Garuda Pancasila di ajang Festival Mural Bhayangkara 2021 di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu 30/10/2021.”Saya masih teringat, Pancasila itu titik temu dari seluruh elemen bangsa dalam rangka terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kerukunan nasional. Maka, majelis-majelis agama bersama pemerintah juga mencari titik temu ketika saat itu ada beberapa konflik yang terjadi di sejumlah daerah. Mencari rumusan-rumusan untuk bisa dijadikan landasan bersama,” kata Wapres Amin pun mengingat bahwa untuk mencapai kesepakatan itu tidak mudah. ”Berdiskusi, berdebat, kalau tidak salah itu sampai memakan waktu empat bulan, melalui 11 kali pertemuan dari tokoh majelis-majelis agama. Kebetulan saya mewakili Majelis Ulama Indonesia ketika itu. Akhirnya, kita semua mencapai titik temu dengan melahirkan peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri atau yang kemudian disebut PBM 8 dan 9,” Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2006 dan Nomor 9 Tahun 2006 tersebut mengatur tentang pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah/wakil kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan pendirian rumat ANTO SAPTOWALYONO Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat memberi sambutan pada konferensi pers sesuai pembukaan Konferensi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama VI dan Pekan Kerukunan Internasional serta pencanangan Kota Tomohon sebagai kota toleransi, di Tomohon, Sulawesi Utara, Jumat 19/11/2021.”Itu adalah titik temu yang juga dihasilkan. Tentu tidak semua merasa puas, tetapi itulah suatu kesepakatan. Itulah konsensus nasional. Seperti juga Pancasila, PBM adalah konsensus-konsensus majelis-majelis agama bersama pemerintah untuk mengawal dan menjaga kerukunan umat beragama. Karena itu, FKUB adalah lembaga yang diamanatkan untuk menjaga kerukunan umat beragama,” kata Wapres kerukunanWapres Amin dalam pidatonya pun menyebut empat bingkai penguatan kerukunan umat beragama. Pertama, bingkai politik, yaitu penguatan empat pilar nasional, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. ”Ini jangan sampai hanya menjadi keputusan politik semata, tetapi juga harus diimplementasikan di dalam kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia,” juga Presiden Jokowi Dinilai Sukses Wujudkan Kepemimpinan PancasilaKedua, bingkai yuridis, artinya aturan-aturan yang telah ada harus dijaga supaya semua tetap rukun. Ketiga, bingkai sosiologis, yaitu local wisdom kearifan lokal di Indonesia yang sering kali dapat menyelesaikan persoalan yang tidak dapat diselesaikan dengan cara-cara politik ataupun yuridis.”Bingkai Yang terakhir, ini yang penting, bingkai teologis. Teologi yang kita bangun, dari masing-masing agama, adalah teologi kerukunan, jangan teologi konflik. Narasi yang kita pakai di dalam kita menyampaikan ajaran juga menggunakan teologi kerukunan, jangan menggunakan teologi konflik. Ini saya kira menjadi penting sehingga kerukunan kita akan terus terjaga,” kata A Setyawan Mural bertema toleransi beragama tergambar di dinding sebuah rumah di kawasan Meruyung, Depok, Jawa Barat, Sabtu 12/9/2020.Wapres Amin pun mengapresiasi peran dan kontribusi FKUB sebagai media yang sangat efektif dalam membangun kerukunan sekaligus menyelesaikan perselisihan atau konflik berlatar belakang agama. ”Saya mendengar bahwa FKUB itu begitu besar perannya. Tidak hanya bisa menyelesaikan soal kemungkinan terjadinya perselisihan agama, tapi juga di beberapa daerah mampu menyelesaikan konflik atau perselisihan pilkada,” Amin mengatakan bahwa FKUB harus dijaga dan dipelihara sehingga pemerintah bertekad terus menguatkannya. ”Dan, saya tahu bahwa FKUB, untuk menjaga kerukunan itu, tidak mudah dan tidak murah. Tidak murah artinya cukup berat. Karena itu, saya mengusulkan supaya pemerintah daerah semua menganggarkan yang cukup untuk membiayai FKUB,” juga Diperlukan Ikhtiar Menanamkan ”Cip” Pancasila di Benak Generasi MudaSituasi sampai hari ini, Wapres Amin melanjutkan, masih terkendali dengan baik. Akan tetapi, tantangan yang dihadapi FKUB sekarang ini tidak berarti tidak ada. Bahkan, tantangan mungkin juga semakin berat. Saat ini, kita memasuki era digital serba canggih yang memungkinkan informasi tersebar dengan SupriyantoDi antara informasi itu ada yang bersifat positif, tetapi ada yang sifatnya negatif, termasuk isu-isu yang dapat menimbulkan konflik antar-umat beragama, antara lain melalui narasi konspiratif dan berita bohong hoaks. Berita bohong itu berkembang lebih cepat seperti deret ukur dibandingkan dengan berita yang bersifat konfirmatif atau pelurusan berita yang seperti deret juga Wapres Amin Tantangan FKUB Menjaga Kerukunan Kian Berat”Di samping itu, sisi negatif dari teknologi informasi berbasis digital ini memiliki kemampuan yang disebut dengan kurasi algoritma, yang menggiring setiap orang atau kelompok orang meyakini hanya terhadap informasi yang dipasok dari kelompoknya sebagai kebenaran. Sementara kelompok lain berpedoman pada kebenaran yang diyakini kelompoknya sendiri. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya keterbelahan sosial, dalam hal ini keterbelahan antar-umat beragama,” ujar Wapres kuatMenurut Wapres Amin, hal ini adalah salah satu tantangan yang harus dijawab FKUB agar kerukunan umat beragama tetap terjaga dan terpelihara. Forum ini pun diharapkan membahas tantangan-tantangan tersebut secara mendalam serta menyiapkan langkah-langkah antisipasinya. ”Tokoh-tokoh agama merupakan benteng yang kuat. Oleh Karena itu, saya berharap, justru tokoh-tokoh agama jangan malah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang, berseliweran, melalui media sosial, yang tidak terkendali. Ini harapan saya,” mengakhiri sambutan, Wapres Amin menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada masyarakat Sulawesi Utara. ”Saya bangga dengan masyarakat Sulawesi Utara yang selama ini dikenal sebagai masyarakat yang toleran,” katanya, yang kemudian secara resmi membuka Konferensi Nasional VI FKUB Se-Indonesia 2021 dan Pekan Kerukunan Internasional serta mencanangkan Kota Tomohon sebagai kota juga Harmoni Keberagaman di Kota TomohonGubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dalam sambutannya menuturkan, acara Konferensi Nasional VI FKUB dan Pekan Kerukunan Internasional tersebut memiliki empat tujuan. ”Satu, mewujudkan semangat hidup bersama torang samua ciptaan Tuhan dengan mengembangkan moderasi agama, toleransi antar-umat beragama, untuk menciptakan kehidupan beragama yang damai dan berkeadilan,” mendorong terciptanya toleransi dan hidup rukun antar-umat beragama di dunia internasional. Ketiga, memperkenalkan budaya dan tradisi hidup religi di Indonesia. ”Dan, menciptakan dialog internasional lintas budaya ataupun antar-umat beragama dalam rangka mewujudkan semangat hidup rukun dan damai,” kata ANTO SAPTOWALYONO Pesawat khusus kepresidenan Boeing 737-400 TNI Angkatan Udara yang membawa Wakil Presiden Ma’ruf Amin sesaat sebelum mendarat di Lanud Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Jumat 19/11/2021.Sekretaris Jenderal Asosiasi FKUB Indonesia Taslim Syahlan saat menyampaikan laporan menuturkan bahwa pada tanggal 17-22 November 2021 pengurus FKUB provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia berkumpul di Sulawesi Utara untuk menyelenggarakan Konferensi Nasional VI FKUB. ”Saya laporkan pula bahwa berkenan hadir kawan-kawan pengurus FKUB seluruh Indonesia berjumlah orang. Namun, karena kepatuhan kami terhadap protokol kesehatan, yang masuk ke ruangan ini kami batasi hanya 800 orang,” menuturkan, hal yang akan dikuatkan dalam konferensi nasional tersebut antara lain bahwa pengurus FKUB provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia akan meneguhkan tekad untuk terus menguatkan pentingnya kerukunan umat beragama di seluruh wilayah Tanah Air. ”Kami telah bersepakat bahwa toleransi dengan memantapkan untuk saling pengertian, saling menghormati, mengedepankan kesetaraan sesama umat beragama, dan bahkan tidak menutup kemungkinan untuk kerja sama tanpa memandang latar belakang agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” kata seluruh Indonesia juga bertekad bulat mempercepat moderasi beragama di seluruh Tanah Air dengan penguatan empat indikator. Indikator dimaksud adalah komitmen kebangsaan, toleransi, antikekerasan, dan akomodatif terhadap kearifan lokal. Dari Sulawesi Utara, Bumi Nyiur Melambai, pesan kerukunan beragama pun terus digemakan sebagai unsur utama kerukunan nasional. EditorAntonius Ponco Anggoro
KBRN Sabang_ Sebagai salah satu upaya dalam menjaga kerukunan antar agama di Kota Sabang, Kesbangpol Kota Sabang kembali melaksanakan pertemuan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Kota Sabang, Kamis 28 Juli 2022. Pertemuan dimaksud dipimpin langsung Wakil Walikota Sabang, Drs.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Indonesia Adalah Negara Majemuk PluralismeMaksud dari "pluralisme" adalah suatu paham atau pandangan hidup yang menerima dan mengakui adanya macam atau keanekaragaman dan perbedaan dalam suatu kelompok masyarakat. Misalnya dilihat dari segi agama, ras, suku dan adat-istiadat. Hal inilah yang menjadi dasar pembentukan karakter sosial yang lebih kecil, namun khas, serta yang membedakan kelompok yang satu dengan yang lain dalam suatu kelompok masyarakat yang lebih besar atau lebih luas. Misalnya masyarakat Indonesia yang majemuk, artinya terdiri dari berbagai kelompok, suku budaya, adat-istiadat, ras dan kemajemukan berarti menerima adanya perbedaan, namun bukan berarti menyamaratakan, tetapi mengakui bahwa ada hal yang berbeda, didalam pluralisme atau kemajemukan, kekhasan yang membedakan yang satu dengan yang lain tetap ada dan tetap dipertahankan. Pluralism berbeda dengan sinkritisme penggabungan dan assimilasi atau akulturasi penyingkiran. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kesadaran bertoleransi agama sangat dibutuhkan di setiap elemen masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia, dari berbagai macam suku bangsa, adat budaya, ras dan agama yang berbeda-beda kita bisa menciptakan dan membina kerukunan yang menjadikan kekuatan tak terbantahkan yang hanya dimiliki Indonesia. "Bhineka Tunggal Ika " menjadi landasan yang kokoh dan menjadikan indonesia dikenal dimata dunia sebagai negara yang majemuk namun memiliki persatuan dan kesatuan yang melekat kuat. Dengan demikian agama juga menjadi salah satu kekayaan bangsa yang diakui oleh internasional karena tidak semua negara memiliki perbedaan yang kompleks dan mampu menyelaraskan kerukunan dan persamaan sudut pandang sehingga menciptakan inner power yang dimiliki Bangsa Indonesia. Secara faktual dan historis, manusia adalah makhluk sosial yang hidup berdampingan, saling membutuhkan, dan saling tergantung satu sama lain, baik secara individual maupun secara kelompok. Oleh sebab itu suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, kemajemukan akan tetap melekat erat dengan kehidupan bersosial dan penerimaan akan kemajemukan merupakan konsekwensi dari Sebagai Landasan BangsaDari beberapa agama besar yang masuk dan menyebar pesat melalui rentang waktu yang cukup lama, menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beragama dimana unsur keagamaan tak bisa terlepas dari kehidupan sosial masyarakat bahkan bernegara. Salah satu bukti kongkrit didalam proses perumusan Pancasila & UUD 1945 banyak terinspirasi dari aspirasi sebagai kekayaan bangsa dimana para penganut agama yang berbeda dapat saling menghargai atau menghormati, saling membutuhkan dan saling mengasihi serta memperkuat nilai-nilai persaudaraan. Perbedaan tidak perlu dipertentangkan, tetapi untuk dijadikan sebagai penguat dan pemurni keanekaragaman hayati. Penganut agama yang berbeda mestinya bisa hidup bersama dengan rukun dan damai, bersatu padu, bertoleransi, saling membantu dan saling keharmonisan tersebut tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sebagaimana tercermin dalam suasana hidup kekeluargaan dan hidup bergotong royong. Didalam sejarah bangsa Indonesia hubungan kerjasama antar pemeluk agama terlihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti saling tolong-menolong dalam pembangunan tempat ibadah dan dalam membangun bangsa dan Konflik yang Bersifat Keagamaan Salah satu penyebab terjadinya ketegangan atau konflik dalam kehidupan beragama adalah akibat politik pecah belah devide et impera peninggalan masa penjajahan. Dalam kasus politik tersebut penjajah memanfaatkan perbedaan agama atau paham agama untuk menumbuh kembangkan atau mempertajam konflik-konflik sebagai bahan propaganda dan adu domba bagi bangsa Indonesia pada saat tersebut terbawa hingga sekarang dan digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab sebagai senjata utama untuk memecah belah kesatuan dan persatuan, biasanya demi mengincar status politik atau tujuan tertentu. Gejala-gejala perselisihan antar umat beragama muncul ke permukaan sekitar akhir tahun 1960-an. Di antaranya adalah kasus perusakan tempat-tempat ibadah. Perilaku tidak sehat ini mengakibatkan terjadinya disintegrasi dan perselisihan bahkan benturan beberapa pengamatan, berikut hal-hal yang memiliki potensi besar terjadinya konflik SARA antara lainSalah memahami makna dari perbedaan, tidak resapi secara baik dan positif dalam konteks yang keliru. Penganut agama tertentu menganggap hanya agamanyalah yang paling benar, mau “menang sendiri” dan tidak mau beragama yang over fanatik negatif dan yang terlibat dalam konflik ataupun yang menciptakan konflik adalah orang-orang yang pada dasarnya kurang memahami makna dan fungsi agama pada umumnya;kurang matang iman dan takwanya;tidak paham tentang toleransi beragama;tidak memahami dan menghargai hakekat hak manusia;tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan, terutama hati nurani dan cinta kasih;kurang memahami wawasan kebangsaan dan kemasyarakatan Indonesia, yaitu kerukunan, toleransi dan persatuan dalam kemajemukan. 1 2 Lihat Inovasi Selengkapnya
Meskipunbanyak kendala yang harus kita hadapi dalam mensukseskan kerukunan antar umat beragama di Indonesia, diluar amupun dalam negara kita sendiri. Tetapi kita harus selalu bersikap optimis, bahwa semua kendala itu dapat kita atasi, dan kita dapat menemukan solusi yang tepat untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama dalam negara kita ini. Berikut ini adalah puisi toleransi antar umat beragama dengan judul puisi pantekosta dan lebaran yang menceritakan tentang hari kebesaran antar umat beragama di indonesia di bulan kata kata puisi yang menggambarkan kebersamaan yang indah antar umat beragama dalam bait puisi tentang toleransi agama yang dipublikasikan berkas puisi, apakah puisi tentang kerukunan umat beragama di indonesia atau puisi tentang indahnya lebih jelasnya puisi tentang toleransi antar umat beragama yang diterbitkan disimak saja puisi pantekosta dan lebaran berikut DAN LEBARANKarya MS Sang MuhamTiga hari lagi bulan iniMesias meninggalkan dunia fanamenyiapkan tempat bagi pemilik hatisesiapa yang mengalahkan dirinya untuk DiaDia pergi menyiapkan tempat bagi sanubariseturut janjinya di hari PentakostaBersamaan dengan itu saudaraku muslim gembira hatihari kemenangan bagi setiap pemilik hatidamai di hati sejahtera di bumiBulan suka cita bagi umat Nasranibulan kemenangan bagi umat Islam religibulan kemenangan bagi insan duniawiBersama kita bahagiabersama kita sejahteraBillymoonistanaku, Minggukliwon, Mei 09-2021 = wibDemikianlah puisi bertema toleransi beragama baca juga puisi moderasi beragama atau puisi tentang perdamaian dan toleransi dihalaman lain semoga puisi tema toleransi dapat menginspirasi untuk menulis puisi indahnya toleransi. Bengkalis (Antarariau.com)- Sempena Perayaan Paskah Oikumene 2016, Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengajak seluruh umat Kristiani di daerah itu untuk bersama menjaga kekompakan, persatuan dan kesatuan. "Kerukunan antar umat beragama dan situasi yang kondusif merupakan salah satu modal yang menentukan keberhasilan pembangunan.

Kumpulan puisi kritik intoleransi dan puisi toleransi antar umat beragama. Beberapa waktu yang lalu puisi tentang toleransi indonesia dan puisi tentang perbedaan agama, telah menghiasi halaman blog puisi dan kata untuk kali ini puisi sarkasme dalam bentuk kritik intoleransi dan puisi toleransi antar umat beragama di Indonesia yang diterbitkan untuk menambah bacaan puisi sosial atau puisi tentang kritik berikut ini adalah daftar judul puisi kritik sosial dalam tema kumpulan puisi kritik intoleransi dan puisi toleransi antar umat beragama di Indonesia yang diterbitkan diantaranyaSekitar sembilan judul puisi tema intoleransi dan puisi toleransi beragama yang diantaranya dapat dijadikan referensi dan contoh puisi kerukunan dalam perbedaan atau puisi pendek tentang toleransi Puisi Kritik Intoleransi Dan Puisi Toleransi Antar Umat BeragamaJadi apa pengertian intoleransi, intoleransi berasal dari prefik in yang memiliki arti "tidak, bukan" dan kata dasar toleransi yang memiliki arti sifat atau sikap toleran. Dan pengertian toleransi adalah sikap yang saling menghargai kelompok-kelompok atau antar individu dalam bagaimana kata kata puisi intoleransi dan cerita puisi toleransi yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak, selengkapnya, disimak saja berikut ini deretan bait bait dalam kumpulan puisi kritik intoleransi dan puisi toleransi antar umat beragama di indonesia dibawah Tentang Kritik IntoleransiBagian pertama puisi tentang intoleransi dan puisi tentang toleransi Indonesia adalah puisi sarkasme tentang kritik intoleransi, silahkan disimak saja berikut ini Terlahir Di IndonesiaOleh NNHanya di siniKhilaf bisa berulang kaliDan kata maaf senantiasa kembali terucapHanya di siniDipecah belah masih berbanggaMerasa ikut bela negaraHanya di siniToleransi bagai terasiKala sedap menjadi hak asasiHanya di siniBhineka Tunggal Ika terjagaWalau terkadang berat sebelahHanya di siniKala pemimpin salahRakyat hanya bisa tertawaBahkan dibelaHanya di siniYa, hanya di siniDi negeri tercinta iniKata Setajam BelatiOleh Subur Nahwi SulaimanBangsatCaci-makiBinatangDan segala yang kau benciPaksa mulut tak kenal budiPaksa suara bernada tinggiPaksa telunjuk mengacung angkuhLupa akal terhalang nafsuBangsatCaci-makiBinatangDan segala yang kau benciPaksa mata bak serigalaNafas berat bagaikan singaDebar jantung bak gemuruh ombakLupa akal terhalang nafsuKata keluar setajam belatiMembawa luka dendam dihatiTanpa jeda tanpa toleransiLupa akal siapa diriTak bisakah kita diskusiAtau debat cari solusiTanpa amarah akal beraksiSampai sepakat akhirnya nantiKapitalisOleh Mu'adz An NizhamDengar kawanDia yang berkuasa atas namaToleransiTelah mati bersamaKapitalis kapitalisYang ingin menguasai pertiwiIngat kawanHati nurani yang kau agungkanBuka dengan pemikiranJangan hanya dengan segepok uangKau jual ini kayanganSadar atau tidakKau matiHatiDemi yang akan menguasaiPertiwiIbu dari anak anak kamiAZAN SERIBU KALIKarya YS Sunaryoperdengarkan di telingakuseribu azan di pengeras suaratak cukup kumandang saat kelahirandan kelak lengking di pemakamanketahuilah tulikutelah sepanjang jalan berlikutersumpal deru mesin-mesinmenjadi suara kebiasaanpanggilan indah saat makandan bunyi menyeret pekerjaansunyi bumikuketika azan disingkirkansebagai bising para pelupa Tuhandan jiwa dengkur enggan dibangunkanhanya pekik sekelilingkujerit kemiskinan tak dipedulikansedang musik mabuk dikencangkandi kamar temaram sesaat kenikmatanazan itu rindukunamun kini telah bisingmutak mengerti arti toleransipadahal kapan azan sebab berkelahikecuali kau telah teracunioleh keyakinan Tuhan telah matiDan aku tak mau mengikutitetap meminta azan seribu kalidi sesat akal pengagung liberalisasiPuisi Tentang Masjid Dan bagian kedua tentang puisi intoleransi dan puisi bertema toleransi adalah puisi tentang masjid dan gereja yang berisi dua puisi yang juag bisa dijadikan referensi untuk menulis puisi islam dan toleransi atau puisi tentang islam indonesia. dan untuk lebih jelasnya silahkan dismak saja puisinya berikut KATEDRAL DI MATA ISTIQLALKarya YS Sunaryomasing-masing menyebut rumah Tuhanlayanan keimanan dan kemanusiaanberdiri kokoh lambang toleransidi negeri ragam tradisiberdampingan tak berkelahimasing-masing agamamu agamakulalu berjibaku bahu-membahuaku menatapmu mengenyam nyamandan lihatlah aku mendulang tenangkita sama-sama bertebaranberjuang di tanah air pengorbananmasing-masing melihat sendiridi kanan dan kiri serambipeminta-minta kian rapuh berjalanmemapah anaknya yang tak sekolahmenatap jauh putih istanaberlinang jatuh air matamenggenang di monumen nasionalsebagai nanar tapalkemanusiaan masih tertinggalmasing-masing kita berhitunglalu bersama-sama hubungkantangan-tangan pembebesanmengangkat badan kemiskinanmengantarkan anak ke sekolahanmemberi susu-susu kesehatansebagai tugasmu dan tugaskuyang masih di pelupuk rindumasing-masing kita berpahalatak hanya khusyuk kala berdoadan di dalam manja bercintasebab di luar pintutak sabar gigil menunggupelukanmu, pelukankuJakarta, 4 Desember 2018BERCINTA DI DALAM MASJIDKarya YS Sunaryomari kembali ke masjid wahai kekasihkusetelah syiar di lapang bersembahyangjangan takut disebut radikalsebab kita berpegang pada yang dasarseperti bernegera mesti berdasarteguh pada Pancasilanamun bukan radikal berbangsamelainkan sungguh-sungguhsetia berwarga negarabiar mereka mendikotomikita tak terprovokasisebab keyakinan bukan jualanuntuk nikmat sekujur badantetapi inti hatibahwa kita tak bisa dibeliMari kembali ke masjid wahai kekasihkusebagai pusat kebudayaandengan jibaku segala kebaikanberibadah bukan pecah belahmenggiring ke medan perkelahianseperti zaman kolonialmasjid menjadi kanal-kanalhitungan pemberontakanperlakukan masjid menjadi pelaminandalam hangat pelukan Tuhanduduk bersanding berbagi kebahagiaan entaskan kemiskinanberikan ilmu pengetahuanbarisan memajukan peradabankekasihku aku menunggudi masjid tempat kita meneguk rindulalu bertebaran memberi keteladanansalam ya salam kasih sayangpada seluruh makhluk, sekalian alamBandung, 2 Desember 2018Puisi Toleransi Antar Umat BeragamaPengertian toleransi antar umat beragama adalah sikap saling menghormati dan menghargai antar penganut agama lain. Dengan kata lain toleransi beragama adalah saling menghargai agama orang lain dan tidak boleh memaksakan orang lain untuk menganut agama yang dengan kata toleran si beragama berikut ini dua puisi bertema toleransi antar umat beragama silahkan simak saja dibawah PerbedaanOleh NNPelangi menghiasi cakrawalaPerpaduan beragam warnaterlihat indah di mataVariasi suara melantunkanpuji-pujian dalam suatu paduanterdengar merdu nadanyaHuruf terangkai membentuk kataKata teruntai membentuk kalimatKalimat tersusun merangkai ceritanan indah maknanyaOrang-orang pun beragamSuku, bahasa, dan pikiranNamun dipersatukan dalam Tuhandengan segala perbedaanBetapa indahnya di dalam Tuhanperbedaan dipersatukan dalam persekutuanSehingga bisa tunjukkan indahnya perbedaanpada dunia yang mendambaKaum BeragamaOleh NNLihatlah sebuah naskah kaum beragamaMereka menuliskan kata kata muliaMereka tak mau kalah dengan kaum pendustaDemi memperoleh rahmat yang kuasaPerbedaan adalah pelengkap kebersamaanKerukunan adalah jalan untuk perdamaianPersatuan akan menjelma suatu keinginanUntuk membangun bangsa berlandas imanTapi, mereka belum tahu apa bedanyaKaum mana yang mereka anggap pantasAgama mana yang lebih pasSerta Tuhan siapa yang kan membalasSedari dulu tragedi pecah di negeri iniYang menghambat keutuhan bangsaKarena limitnya iman di suatu hariMereka perangi hamba-hambanya yang tak berdosaDimana kerukunan umat beragama?Dengan gagahnya sang garuda membentangkan sayapMenengok ke jalan yang benarDengan mencengkram kuat sebuah pitaYakni semboyan Bhineka Tunggal IkaKenyamanan adalah harapan suatu bangsaDengan mewujudkan rumah rumah istimewaDiantara gedung-gedung kota bahkan ditengah-tengah sawahDemi kehidupan berbangsa dan bernegaraTapi, mereka hanya sakralkan kata-kata mutiaraYang hanya berhasrat untuk hidup diatas sampahYang memenuhi permintaan duniaDalam irama untuk membelahAgama hakikatnya adalah batasan untuk melangkahBukan halangan untuk ibadahNamun entah mengapa susah untuk mereka terkahKerukunan sebenernya adalah surgaIslam, Budha, Katolik, Kristen, Kong Hu Cu, hinduTujuan mereka semua samaMembangun organisasi dalam pundi-pundi kehidupanSerta menciptakan cahaya yang berbuih Rindu ToleransiOleh Egi Abdul MugniDulu, kau janji bela NKRIkau berceloteh sana sinikau meyakinkan rakyat tuk mempercayaisemua kau lakukan demi visi kejiSekarang, nadamu sumbang tak terarahjanji hanya tinggal janjikuasai, kau bumi pertiwikau injak yang mempercayaikau jandai kami lalu pergiPancasila sedang diambang bencanaselisih merajalelaKau tanya, salah siapa?Ku tanya, kau ini siapa?Berita kaleng beterbangansang pemilik saling ingin menangmereka lupa daratanbahwa kita satu kesatuanHujat sana sini sudah jadi tradisitak sedikit terprovokasirakyat terpecah belahkau salahkan pihak sebelahapa tujuanmu?apa maumu?apa dan apaakupun tak tahuyang terlihat kasat matakau pura-pura butahukum yang adil tak tau kemanabui-bui kau isi rakyat jelataIni negeri siapa?bukankah kau bilang kita makmur bersamamakmur itu apa?persepsiku yang berbeda apa kamusku yang gila?Dulu, aku rindu toleransitoleransi yang hakikisekarang rakyat sendiri hancurkan negeriSiapa dalang dari kerusakan ini?Kau tahu sendiri jawab yang kumpulan puisi kritik intoleransi dan puisi toleransi antar umat beragama. baca juga puisi puisi sarkasme lainnya atau puisi tentang perbedaan agama di halaman lain blog puisi dan kata bijak. Semoga puisi intoleransi dan puisi toleransi yang diterbitkan menghibur dan bermanfaat.

BupatiBoalemo Ir. Anas Jusuf, M.Si, menekankan pentingnya menjaga dan memelihara hubungan kerukunan antar umat beragama.Orang nomor satu da Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Apa yang di maksud dengan kerukunan antar umat beragama?Kerukunan beragama adalah hubungan antar umat beragama yang di landasi toleransi, saling mengerti dan saling menghormati dalam pengalaman ajaran agama serta kerjasama dalam kehidupan kita sesama manusia juga harus memiliki sifat saling mengerti dengan sesama manusia, tidak perduli apa agama mereka, kita juga harus saling tolong menolong, apabila ada teman atau saudara kita yang sedang kesulitan, alangkah baiknya kita saling membantu dan saling perduli, kita sesama manusia yang agamanya berbeda-beda juga harus rukun terhadap sesama, saling tolong menolong satu sama lain. Banyak cara untuk menjaga kerukunan antara umat beragama, seperti 1. Saling menghargai satu sama lain2. Menghormati umat lain yang sedang beibadah3. Tidak menjelek-jelekkan agama lain4. Menerapkan hidup saling bertoleransi 5. Tidak menghina agama lain dengan mengejek agama yang bertanya, mengapa kita harus menjaga kerukunan antar umat manusia ? " kita harus saling menjaga kerukunan antar umat beragama, karena kerukunan umat beragama sangat sangat penting dalam menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa manusia, walaupun berbeda agama, binatang saja di hormati. Ada hadist yang mengatakan kalau kamu menyembelih hewan, sembelihlah dengan cara yang terbaik, jangan menyembelih dengan pisau yang tumpul, itu namanya tidak berperi kebinatangan, yang kecil lagi saudara buka bapul istinja makruh buang air kecil di tanah yang berlubang, sebab apa? 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Dalamkurun waktu 2020, menurut Kementerian Agama Republik Indonesia indeks kerukunan antar umat beragama mengalami penurunan, dari 73,8 menjadi 67,46. Walaupun mengalami penurunan, angka tersebut masih dalam taraf tinggi untuk sebuah indeks kerukunan antar umat beragama. Saat pandemi, perkuliahan tetap dijalankan melalui daring atau dalam
- Indonesia bagian timur merupakan salah satu wajah keberagaman di Indonesia. Umat beragama hidup berdampingan secara damai. Kerukunan umat beragama di masyarakat yang masih berjalan baik dan tulus. Hal ini untuk menunjukkan bahwa sejatinya, dalam masyarakat Indonesia masih banyak komunitas yang mempraktikkan kerukunan beragama secara tulus. Komunitas-komunitas yang melakukan kerukunan beragama secara tulus itu diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya dalam menjalankan praktik kerukunan beragama. Praktik kerukunan yang tulus ini tidak akan mudah goyah dengan provokasi dalam bentuk apapun. Menurut data Litbang Kementerian Agama, komunitas di Indonesia Timur yang masih konsisten merawat kerukunan umat beragama, diantaranya yakni komunitas Lempake dan Pampang di Samarinda, komunitas Kokoda dan Jalur Bali di Sorong, komunitas Ohodertawun-Kei-Maluku Tenggara, komunitas Lembang Kaduaja-Toraja, komunitas Palopo, dan komunitas Pasalae di Gorontalo. Di semua komunitas tersebut terdapat umat beragama dari dua agama atau lebih. Di tempat tertentu, misalnya Lempake, Palopo dan Pasalae, umat Islam yang mayoritas. Sementara di Pampang, Lembang Kaduaja dan Kokoda yang dominan adalah umat Kristen. Adapun di komunitas Jalur Bali-Aimas kendati jumlah umat Islam tetap lebih banyak, tetapi perbandingannya dengan Kristen hampir seimbang. Hal ini sama dengan komunitas Oherdetawun. Baca Juga Jabar Masagi SMAN 1 Cijeruk Ngejo Parab Awak, Ngaji Parab Rasa, Nguji Parab Diri Dari komposisi penganut agama di masing-masing komunitas menunjukkan bahwa praktik kerukunan yang tulus bisa terjadi di masyarakat mana pun; bisa pada masyarakat mayoritas Islam, mayoritas Kristen atau mayoritas Katolik, Hindu, dan Buddha. Bisa pula pada masyarakat yang komposisi jumlah penganut agamanya nyaris sama. Hal ini menepis asumsi bahwa di tempat yang komposisi penganut agamanya seimbang atau mayoritas umat Islam, kerukunan umat beragama tidak berjalan dengan baik. Dari beberapa komunitas yang diteliti, jelas terlihat kerukunan beragama berlangsung dengan sangat baik dan tulus. Para penganut agama tertentu tidak sekadar menoleransi keberadaan penganut agama lain, tetapi juga berinteraksi secara aktif satu sama lain. Mereka saling mengunjungi, termasuk saat hari raya, bekerja sama dan tolong-menolong dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam kegiatan keagamaan. Demikian pula keberadaan rumah ibadah agama lain dalam lingkungan agama berbeda tidak dipermasalahkan, bahkan dibantu pendiriannya. Jika terjadi konflik, maka komunitas tersebut memiliki mekanisme lokal untuk menyelesaikannya yang biasanya bersumber dari hukum adat. Di beberapa komunitas tersebut, faktor yang menjadi basis kerukunan beragama antara lain adalah kearifan lokal dan adat. Hal ini terlihat pada komunitas Pampang-Samarinda, di mana tradisi Dayak, khususnya kesenian Dayak menjadi alat pemersatu antara Kristen-Dayak dan Islam Bugis-Banjar. Demikian juga terlihat pada komunitas Oherdetawun-Maluku Tenggara, basis kerukunannya pada aturan adat Lurvul Ngabal dan falsafah Ken ain ni ain kita semua satu, selain ikatan kekerabatan yang kuat. Hal ini juga terlihat pada komunitas Lembang Kaduaja-Tator, mereka memiliki adat tokonan yang menjadi pengikat kekerabatan tanpa memandang agama yang berbeda. Begitu pun di Palopo basis kerukunannya adalah kearifan lokal di antaranya mesa kada diputuo pantang kada dipumate bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Baca Juga Menggugat Heteronormativitas, Mereduksi Norma Diskriminatif pada Manusia Sementara di komunitas Kokoda-Sorong, kerukunan beragama ditopang oleh pengetahuan akan sejarah masa lalu. Komunitas ini memiliki sejarah tentang toleransi yang diperankan oleh Sultan Tidore ketika pertama kali memperkenalkan Islam di komunitas ini. Ingatan tentang sejarah ini terus dijaga hingga kini untuk merawat kerukunan beragama tersebut.
KerukunanUmat Beragama (inet) "Kerukunan" adalah perihal hidup rukun, sepakat dan damai, bersal dari kata "rukun" yang artinya baik dan damai, tidak bertengkar, dsb. Kerukunan erat kaitannya dengan persatuan. Tanpa kerukunan persatuan tak akan terwujud.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tema Kerukunan Antar Umat BeragamaJudul SAMA TAPI BERBEDAKarya Zahirah ZahraKita sama makhluk TuhanHidup di dunia mencari jalanAgar selamat sampai tujuanBerharap surga didapatkanNamun cara yang berbedaMenghamba pada Sang KuasaBerlomba-lomba mengharap ridaBerbekal keimanan dalam jiwa Kita sama namun berbedaMenginginkan kebaikan duniaSebagai bekal mencari pahalaSiapa yang disembah dan dipuja? Allah, TuhankuEsa tiada sekutuBuka dua menjadi tigaTuhanku tidak yang terbilangHargai keyakinan, aku umat beragama Bekasi, 12 Desember 2022 Lihat Puisi Selengkapnya

Bamsoetmengatakan, sebagai warga negara sudah sepatutnya menjunjung tinggi sikap saling toleransi antar-umat beragama dan saling menghormati demi keutuhan negara. Dia menilai seluruh warga negara dan negara harus senantiasa hadir dalam upaya menjaga kemajemukan bangsa, karena dengan melihat kebhinnekaan sebagai kekayaan yang menyatukan, bukan

- Inilah puisi tentang kerukunan beragama, pembahasan tentang aneka hal yang erat kaitannya dengan puisi tentang kerukunan beragama serta keajaiban-keajaiban dunia sejumlah artikel penting tentang puisi tentang kerukunan beragama berikut ini dan pilih yang terbaik untuk Anda.…yang menjelaskan hidup beragama adalah tujuannya hidup rukun dan damai lahir batin. Raja Jayabaya membenarkan hidup bertuhan dan beragama. Tiap Pemeluk Agama hendaklah Beribadah dan Beramal tanpa pamrih dengan hati… – Geguritan sebenarnya merupakan bahasa Jawa dari kata “puisi”. Geguritan basa jawa akhir-akhir ini menjadi salah satu topik yang banyak dicari di internet, khususnya terkait dengan terjadinya sejumlah bencana……ini peninggalan Purnawarman, beraksara Palawa, berbahasa Sanskerta. Isinya adalah puisi empat baris, yang berbunyi “vikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam”. Terjemahannya menurut Vogel “Kedua jejak telapak kaki yang seperti telapak……Yoseph Smith, kita dapat baca bahwa ada puak dari The Ten Lost Tribes itu berhasil luput dari kepungan bangsa Asysyiria dan menyeberangi laut Atlantik. Orang-orang yang beragama Mormon, yang berpusat……yang dilakukan kaum Padri di Sumatra yang mengakibatkan pertumpahan darah. Tradisi pesantren di Jawa mengajarkan cara-cara damai dalam beragama selaras dengan budaya Nusantara, tidak dengan kekerasan. Iman dan takwa dalam……dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-Chi menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama Buddha, yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme. Berita Dinasti Sui,……keberadaan Islam di Nusantara. Tahun 1071 Masehi, Jerusalem kota suci bersama bagi ummat beragama Yahudi, Kristen dan Islam, kota ini berada di bawah penguasa Muslim sejak tahun 634 dan selama……suci di Thailand. Candi ini juga menjadi bukti bahwa pada masa lalu telah ada upaya untuk merukunkan pemeluk agama satu dengan yang lain. Terbukti, Panangkaran yang beragama Hindu membangun Candi……tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan…Demikianlah beberapa ulasan tentang puisi tentang kerukunan beragama. Jika Anda merasa belum jelas, bisa juga langsung mengajukan pertanyaan kepada MENARIK LAINNYAmanfaat pohon kaboa, Java tel aviv, kayu tlogosari, orang terkaya di dharmasraya, naskah drama bahasa sunda 10 orang, sunan pangkat, tokoh wayang berdasarkan weton, penguasa gaib pulau sumatera, Ki sapu angin, 9 gunung suci di jawa
JAKARTA— Wakil Presiden Republik Indonesia, KH. Ma'ruf Amin, membuka secara resmi acara Multaqa, FGD, dan Rakornas LSBPI-MUI 2022, di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta, Selasa (2/8). Pada sambutannya, Kiai Ma'ruf menyampaikan selamat dan mengapresiasi MUI, khususnya LSBPI-MUI, yang telah mengadakan acara yang menurutnya sangat penting ini.

Berandakabar kaltengKerukunan dan Tanah Lahirku, Pemenang Puisi HAB Kemenag Kapuas KUALA KAPUAS, MK - Puisi berjudul Kerukunan dan Tanah Lahirku karya Adelin Hudaya siswi MAN Kapuas, berhasil meraih juara pertama lomba puisi bertema kerukunan yang diadakan Kemenag Kapuas dalam rangkaian Hari Amal Bakti ke-74 Kementerian Hudaya, berkesempatan membacakan langsung hasil karyanya di hadapan Kakanwil Kemenag, Kakankemenag Kapuas serta pejabat lingkup Kemenag Kapuas, tepatnya dalam acara ramah tamah HAB di aula Kemenag, Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas, Senin 13/1/2020.M Poteran Soesilo, Ketua Panitia HAB ke 74 Kemenag Kapuas, menyampaikan berbagai lomba dan kegiatan telah digelar memeriahkan hari lahirnya kementerian agama, termasuk lomba puisi bertemakan kerukunan."Ini sejalan dengan tema HAB ke 74 tahun 2020 yakni Umat Rukun Indonesia Maju," kata HAB kali ini kata Poteran, sebagaimana amanat Menteri Agama RI Fachrul Razi, agar seluruh jajaran Kemenag di pusat dan daerah agar menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antar umat beragama.[zulkifli]Berikut Puisi Karya Adelin"Tak perduli apa agamamuTak perduli apa sukumuKita berbagi cahaya mentari yang samaTak perduli apa warna kulitmuTak perduli dimana tempat ibadahmuKita berpijak di negeri yang samaIndonesia !!Damai dalam persatuannyaIndah dalam kerukunannya" demikian ucap Adelin dibait akhir puisinya. loading...

puisi kerukunan antar umat beragama
Tantangandan Peran FKUB dalam Menangani Konflik Antar Umat Beragama. di era medsos yang begitu bebas, sering terjadi peristiwa yang sebenarnya konflik biasa, namun 'digoreng' seolah menjadi konflik SARA. FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dewasa ini memiliki tantangan yang cukup serius. Pasalnya, di era medsos yang begitu bebas, sering
Manfaat pembinaan kerukunan hidup antar umat beragama ialah...A. Tercapainya tujuan nasional dalam pembangunan bangsaB. Terciptanya ketertiban, lebih meningkatkan ketahanan, dan keamanan Terwujudnya peran serta umat dalam pembangunan Menghapuskan kesenjangan sosial ekonomi dalam terbentuknya badan untuk kepentingan semua hidup merupakan syarat mutlak terciptanya stabilitas nasional yang kita yakini hanya dengan stabilitas nasional yang sehat dan dinamis tidak dapat melaksanakan pembangunan nasional. Stabilitas nasional mengandung isi adanya ketertiban tanah lebih meningkatkan adanya ketahanan dan keamanan B vA65TE.
  • sss88xhjs4.pages.dev/896
  • sss88xhjs4.pages.dev/591
  • sss88xhjs4.pages.dev/458
  • sss88xhjs4.pages.dev/943
  • sss88xhjs4.pages.dev/916
  • sss88xhjs4.pages.dev/71
  • sss88xhjs4.pages.dev/213
  • sss88xhjs4.pages.dev/129
  • puisi kerukunan antar umat beragama