INDERA BANGSAWAN: PATUH, PANTANG MENYERAH, RINGAN TANGAN, PEMBERANI - MUALIN SUFIAN: RINGAN TANGAN - RAKSASA GARUDA: JAHAT - PUTRI RATNA SARI: RINGAN TANGAN - PUTRI KEMALA SARI: PATUH - RAKSASA PEREMPUAN: RINGAN TANGAN - RAKSASA BURAKSA: JAHAT - RAJA KABIR: GAMPANG MENYERAH 4. LATAR TEMPAT: NEGERI KOBAT SYARIAL, HUTAN, TAMAN, DAN GUA 5.
Unsur unsur intrinsiktema, alur, tokoh, latar dan amanat pada hikayat 1. Tema pada” Hikayat Indera Bangsangwan” adalah kehebatana saudara kembarSyah Peri dan Indera Bangsawan dalam menghadapi musuh sebelum mencapai kebahagiaan. 2. Latar Latar tempat negeri kobat syahrial, di hutan, disebuah taman, di gua dan di negeri antah berantah. Latar waktu Peristiwa dalam kutipan hikayat terjadi pada keseluruhan waktupagi,siang, sore, dan malam. Latar suasana bahagia dan sedih. 3. Alur Alur pada hikayat tersebut adalah alur maju. Alasannya karena hikayat menceritakan awal raja Indra Bungsu yang tidak memiliki anak, indra bangsawan diasuh oleh raksasa dan dianggap sebagai neneknya sampai akhirnya indra bangsawan menyamar menjadi jelek sebagai si hutan masuk di kerajaan antah berantah. Dengan kepandaian yang dimiliki indra bangsawan , buraksa dapat dikalahkan. Pada akhirnya indra bangsawan dihadiahi oleh raja antah berantah utuk menjadi suami Putri Kemala Sari. 4. Tokoh dan penokohan a. Tokoh syaah Peri besifat baik hati dan suka menolong. b. Indera Bangsawan besifat licik dan suka menghalalkan cara untuk mencapai hal yang diinginkan. c. Tokoh raja Indra Bungsu dan Tuan Putri Sitti Kendi memiliki sifat sabar dan suka berikhtiar kepada tuhan untuk mendapatkan keturunan. d. Tokoh Raja Kabir memilikih sifat mudah menyerah dan takluk pada musuh. e. Tokoh Garuda dan Buraksa memiliki sifat jahat. f. Sifat tokoh Putri Ratna Sari dan Putri Kemala Sari tidak tergambar secara jelas. Kedua putri tersebut merupakan korban dari kejahatan Garuda dan Buraksa. 5. Amanat Amanat yang terdapat pada hikayat di atas yaitu; 1. Ingatlah kepada tuhan apabila kita dalam kesusahan. 2. Tolonglah orang yang mengalami kesusahan. 3. Jangan berbuat curang untuk mendapatkan segala keinginan. Nilai – nilai yang terkandung dalam hikayat trsebut dan hubungannya dengan nilai – nilai massa kini yaitu a. Nilai religi, hal ini dibuktikan dengan beberapa peristiwa yang dilakukan beberapa tokoh. Contohnya , melakukan pembacaan doa kunut, membagikan sedekah kepada fakir miskin, dan berpasrah kepada Allah. Hubunganya dengan nilai masa kini yaitu pembacaan doa kunut kurang dilaksanakn apalagi orang- orang metropolitan, mereka hanya menganggap itu adalah budaya pada nenek moyang mereka. b. Nilai moral yang pantas dan tidak pantas untuk dicontoh. Perbuatan yang dicontoh yaitu menolong sesama yang mengalami kesuliata. Perbuatan yang tidak pntas dicontoh yaitu perbuatan Indera Bangsawan yang menipu beberapa raja.
UnsurIntrinsik Prosa Adapun unsur intrinsik prosa adalah sebagai berikut. 1. Hikayat banyak mengambil tokoh-tokoh dalam sejarah. Contoh hikayat: Hikayat Hang Tuah, Kabayan, si Pitung, Hikayat si Miskin, Hikayat Indra Bangsawan, Hikayat Panji Semirang, Hikayat Raja Budiman. 2. Sejarah. Hi Readers! Jika Anda sama seperti saya yang tertarik dengan hikayat dan budaya tradisional, maka artikel ini pasti cocok untuk Anda. Pada artikel ini, saya akan membahas tentang unsur intrinsik dalam hikayat Indera Bangsawan. Sebelum memulai, ada baiknya kita memahami dulu apa itu hikayat. Hikayat adalah jenis cerita-cerita lama yang berasal dari budaya lama. Ini biasanya berisi kisah-kisah tentang kehidupan tokoh-tokoh lama, di mana kebanyakan tokoh tersebut adalah kerajaan, bangsawan, dan tokoh legenda. Hikayat juga menceritakan tentang perjuangan dan perjalanan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh tersebut. Nah, setelah memahami apa itu hikayat, sekarang saatnya kita membahas tentang unsur intrinsik dalam hikayat Indera Bangsawan. Unsur intrinsik adalah hal-hal yang membuat sebuah cerita bermakna, memberi kesan, atau membawa pesan tertentu. Hal ini biasanya meliputi tema, struktur cerita, dan juga karakter tokoh. Unsur intrinsik akan membantu Anda memahami cerita dengan lebih baik dan mendapatkan pesan yang ada di dalamnya. Unsur-Unsur Intrinsik dalam Hikayat Indera Bangsawan Mari kita lihat beberapa unsur intrinsik yang terdapat dalam hikayat Indera Bangsawan. Pertama, tentu saja ada tema. Tema dalam hikayat ini adalah kejujuran dan keberanian. Hikayat ini menceritakan tentang seorang pangeran yang berani dan jujur, dan berusaha untuk melindungi rakyatnya dari segala bahaya. Tema ini menjadi salah satu alasan mengapa hikayat ini menjadi sangat populer di kalangan masyarakat. Kedua, ada struktur cerita. Struktur cerita dalam hikayat ini cukup sederhana dan mudah dipahami. Kisah dimulai dengan adanya seorang pangeran yang berjuang untuk melindungi rakyatnya dari kejahatan. Setelah itu, ia berjuang melawan berbagai musuh, dan akhirnya berhasil memenangkan perjuangan. Ini adalah struktur cerita yang sangat umum dalam hikayat-hikayat lama. Ketiga, ada karakter tokoh. Tokoh utama dalam hikayat ini adalah seorang pangeran yang bernama Indera. Ia adalah seorang pangeran yang berani dan jujur, yang selalu berusaha untuk melindungi rakyatnya dari kejahatan. Karakter Indera menginspirasi banyak orang hingga saat ini, karena ia merupakan contoh dari seseorang yang selalu berjuang untuk melindungi kebenaran. Fakta Menarik Tentang Unsur Intrinsik dalam Hikayat Indera Bangsawan Setelah memahami unsur intrinsik dalam hikayat Indera Bangsawan, berikut adalah beberapa fakta menarik tentang unsur intrinsik ini. Pertama, unsur intrinsik dalam hikayat ini telah membantu penduduk asli Indonesia menyimpan budaya mereka. Sebagian besar hikayat-hikayat lama yang ada di Indonesia berisi tema-tema universal yang dapat dipahami oleh semua orang, sehingga membantu mereka menyimpan budaya mereka. Kedua, unsur intrinsik dalam hikayat Indera Bangsawan memiliki beberapa unsur budaya. Misalnya, unsur kesetiaan dan kejujuran yang ditampilkan oleh tokoh utama seperti Indera mencerminkan nilai-nilai budaya yang ada di masyarakat lokal. Hal ini menunjukkan bahwa unsur intrinsik dalam hikayat ini memiliki kaitan yang erat dengan budaya lokal. Ketiga, unsur intrinsik dalam hikayat ini telah memengaruhi banyak budaya dan kebudayaan lokal. Sebagian besar hikayat-hikayat lama yang ada di Indonesia berasal dari hikayat Indera Bangsawan, dan unsur intrinsik dalam hikayat ini telah memengaruhi banyak budaya dan kebudayaan lokal. Kesimpulan Dari uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa unsur intrinsik dalam hikayat Indera Bangsawan memiliki banyak unsur yang membuat cerita ini bermakna dan berharga bagi masyarakat lokal. Unsur intrinsik tersebut meliputi tema, struktur cerita, dan juga karakter tokoh. Selain itu, unsur intrinsik dalam hikayat ini juga memiliki kaitan yang erat dengan budaya lokal. Unsur intrinsik ini telah memengaruhi banyak budaya dan kebudayaan lokal. FAQ Q Apa itu hikayat? A Hikayat adalah jenis cerita-cerita lama yang berasal dari budaya lama. Ini biasanya berisi kisah-kisah tentang kehidupan tokoh-tokoh lama, di mana kebanyakan tokoh tersebut adalah kerajaan, bangsawan, dan tokoh legenda. Q Apa yang dimaksud dengan unsur intrinsik? A Unsur intrinsik adalah hal-hal yang membuat sebuah cerita bermakna, memberi kesan, atau membawa pesan tertentu. Hal ini biasanya meliputi tema, struktur cerita, dan juga karakter tokoh. Q Apa yang dimaksud dengan unsur intrinsik dalam hikayat Indera Bangsawan? A Unsur intrinsik dalam hikayat Indera Bangsawan meliputi tema, struktur cerita, dan juga karakter tokoh. Tema dalam hikayat ini adalah kejujuran dan keberanian, sedangkan struktur cerita yang digunakan cukup sederhana dan mudah dipahami. Tokoh utama dalam hikayat ini adalah seorang pangeran bernama Indera. Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya!

Unsurekstrinsik hikayat tersebut yaitu nilai moral seperti orang akan dikenal dari tutur katanya yang dapat di lihat pada kutipan berikut. "Raja pun tercengang mendengar pernyataan Dimnah itu, ia menyimpulkan bahwa Dimnah adalah orang yang bijak dan berilmu meskipun belum terkenal namanya" Mau dijawab kurang dari 3 menit? Coba roboguru plus! 267

On 07 Jun 2021 Hikayat Indera Bangsawan merupakan karya sastra yang ditulis oleh Muhammad Bakir dalam bentuk prosa berbahasa Melayu dengan tulisan Arab-Jawi pada 4 September 1894. Hikayat Indera Bangsawan adalah sebuah cerita petualangan keberanian dan kegagahan Indra Bangsawan dalam menyelamatkan Ratna Sari Bulan dari kejahatan seorang raksasa bernama Buraksa. lndra Bangsawan adalah putra Maharaja Indra Bungsu, penguasa Kerajaan Kobat Syahri. Indra Bangsawan mempunyai saudara kembar bernama Syahperi. Syahperi lahir bersama anak panah, sedangkan Indra bangsawan lahir bersama sebilah pedang. Kedua bersaudara ini dibekali ilmu mengaji memiliki kesaktian yang sama hebatnya. Pada suatu malam, Maha raja Indra Bungsu bermimpi melihat putri-putri cantik yang sedang memainkan alat musik buluh perindu. Selanjutnya, Maharaja Indra Bungsu memerintahkan kedua putranya untuk mencari apa yang dilihatnya dalam mimpinya itu. Indra Bangsawan dan Syahperi berada di sebuah hutan mereka terpisah akibat hujan badai. Syahperi sampai di negeri bernama Anta Berahi dan berhasil menyelamatkan Putri Ratna Sair, akhirnya menikah. Indra Bangsawan sangat sedih ditinggalkan oleh kakaknya di dalam hutan. Sampai di sebuah gua dia bertemu dengan nenek raksasa dan mengangkatnya sebagai cucunya. Sang nenek raksasa bercerita bahwa negeri tempat tinggalnya bernama Anta Beranta, di wilayah kekuasaan Negeri Anta Pramana. Raja negeri tersebut, Maharaja Kibar, takluk kepada Buraksa dan harus membayar upeti berupa anak-anaknya. Jika Maharaja Kibar tidak memberikan anaknya sebagai santapan Buraksa, dan negerinya akan dihancurkan. Maharaja Kibar mempunyai seorang putri yang benama Tuan putri Ratna Sari Bulan. Setiap malam sang putri menangis memikirkan dirinya yang akan dijadikan persembahan kepada Buraksa. Sampai akhirnya mata Tuan putri Ratna Sari Bulan sakit. Baginda Raja lalu memerintahkan kesembilan anak raja untuk rnencari susu harimau yang dapat menyembuhkan penyakit putrinya, namun yang berhasil menemukannya adalah Indra Bangsawan. Setelah tuan putri sernbuh, tibalah saat dirinya menjadi persembahan kepada Buraksa. Akan tetapi, dengan kesaktiannya, Indra Bangsawan dapat menyelamatkannya dan berhasil membunuh Buraksa. Sebagai bukti, Indra Bangsawan membawa mata, hidung, dan telinga Buraksa ke hadapan Maharaja Kibar. Sesuai dengan janjinya, Maharaja Kibar menikahkan Ratna Sari Bulan dengan lndra Bangsawan yang telah kembali ke wujud semula. Selain itu, Indra Bangsawan pun bertemu dengan saudara kembarnya, Syahperi. Berikuturaian analisis unsur intrinsik hikayat indera bangsawan. 1. Tema Hikayat Indera Bangsawan Tema hikayat indera bangsawan adalah usaha kerja keras dan perjuangan dua putra raja dalam membuktikan kepantasannya meneruskan takhta raja. 2. Tokoh Hikayat Indera Bangsawan
Hikayat Indera Bangsawan Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa qunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hatta beberapa lamanya. Tuan Puteri Siti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang. Maka baginda pun terlalu amat sukacita dan menamai anaknya yang tua Syah Peri dan anaknya yang muda Indera Bangsawan. Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri. Setelah mendengar kata-kata baginda, Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bermohon pergi mencari buluh perindu itu. Mereka masuk hutan keluar hutan, naik gunung turun gunung, masuk rimba keluar rimba, menuju ke arah matahari hidup. Maka datang pada suatu hari, hujan pun turunlah dengan angin ribut, taufan, kelam kabut, gelap gulita dan tiada kelihatan barang suatu pun. Maka Syah Peri dan Indera Bangsawan pun bercerailah. Setelah teduh hujan ribut, mereka pun pergi saling cari mencari. Tersebut pula perkataan Syah Peri yang sudah bercerai dengan saudaranya Indera Bangsawan. Maka ia pun menyerahkan dirinya kepada Allah Subhanahuwata'ala dan berjalan dengan sekuat-kuatnya. Beberapa lama di jalan, sampailah ia kepada suatu taman, dan bertemu sebuah mahligai. la naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba ia terdengar orang yang melarangnya memukul gendang itu. Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. Putri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. ltulah sebabnya la ditaruh orangtuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain ialah perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya. Maka Syah Peri pun duduklah berkasih-kasihan dengan Puteri Raina Sari sebagai suami istri dihadap oleh segala dayang-dayang dan inang pengasuhnya. Tersebut pula perkataan Indera Bangsawan pergi mencari saudaranya. la sampai di suatu padang yang terlalu luas. la masuk di sebuah gua yang ada di padang itu dan bertemu dengan seorang raksasa. Raksasa itu menjadi neneknya dan menceritakan bahwa lndera Bangsawan sedang berada di negeri Antah Berantah yang diperintah oleh Raja Kabir. Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian,negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu. Baginda bertitah lagi. “Barang siapa yang dapat susu harimau beranak muda, ialah yang akan menjadi suami tuan puteri." Setelah mendengar kata-kata baginda, si Hutan pun pergi mengambil seruas buluh yang berisi susu kambing serta menyangkutkannya pada pohon kayu. Maka ia pun duduk menunggui pohon itu. Sarung kesaktiannya dikeluarkannya, dan rupanya pun kembali seperti dahulu kala. Hatta datanglah kesembilan orang anak raja meminta susu kambing yang disangkanya susu harimau beranak muda itu. Indera Bangsawan berkata susu itu tidak akan dijual dan hanya akan diberikan kepada orang yang menyediakan pahanya diselit besi hangat. Maka anak raja yang sembilan orang itu pun menyingsingkan kainnya untuk diselit Indera Bangsawan dengan besi panas. Dengan hati yang gembira, mereka mempersembahkan susu kepada raja, tetapi tabib berkata bahwa susu itu bukan susu harimau melainkan susu kambing. Sementara itu, Indera Bangsawan sudah mendapat susu harimau dari raksasa neneknya dan menunjukkannya kepada raja. Tabib berkata itulah susu harimau yang sebenarnya. Diperaskannya susu harimau ke mata Tuan Puteri. Setelah genap tiga kali diperaskan oleh tabib, maka Tuan Puteri pun sembuhlah. Adapun setelah Tuan Puteri sembuh, baginda tetap bersedih. Baginda harus menyerahkan tuan puteri kepada Buraksa, raksasa laki-laki apabila ingin seluruh rakyat selamat dari amarahnya. Baginda sudah kehilangan daya upaya. Hatta sampailah masa menyerahkan Tuan Puteri kepada Buraksa. Baginda berkata kepada sembilan anak raja bahwa yang mendapat jubah Buraksa akan menjadi suami Puteri. Untuk itu, nenek Raksasa mengajari Indera Bangsawan. Indera Bangsawan diberi kuda hijau dan diajari cara mengambil Jubah Buraksa yaitu dengan memasukkan ramuan daun-daunan ke dalam gentong minum Buraksa. Saat Buraksa datang hendak mengambil Puteri. Puteri menyuguhkan makanan, buah-buahan, dan minuman pada Buraksa. Tergoda sajian yang lezat itu tanpa piker panjang Buraksa menghabiskan semuanya lalu meneguk habis air minum dalam gentong. Tak lama kemudian Buraksa tertidur. Indera Bangsawan segera membawa lari Puteri dan mengambil jubah Buraksa. Hatta Buraksa terbangun, Buraksa menjadi lumpuh akibat ramuan daun-daunan dalam air minumnya. Kemudian sembilan anak raja datang. Melihat Buraksa tak berdaya, mereka mengambil selimut Buraksa dan segera menghadap Raja. Mereka hendak mengatakan kepada Raja bahwa selimut Buraksa sebagai jubah Buraksa. Sesampainya di istana, Indera Bangsawan segera menyerahkan Puteri dan jubah Buraksa. Hata Raja mengumumkan hari pernikahan Indera Bangsawan dan Puteri. Saat itu sembilan anak raja datang. Mendengar pengumuman itu akhirnya mereka memilih untuk pergi. Mereka malu kalau sampai niat buruknya berbohong diketahui raja dan rakyatnya. Sumber Buku Kesusastraan Melayu Klasik Bagaimana cara Indera Bangsawan masuk ke dalam istana Raja Kabir?
UnsurIntrinsik Hikayat; Dibawah ini terbagi beberapa unsur intrinsik hikayat, diuraikan sebagai berikut. Tema Hikayat; Tema merupakan unsur yang paling utama untuk menciptakan sebuah hikayat, berupa suatu ide, gagasan pokok yang akan menjadi sumber acuan dalam cerita. Indra Bangsawan. Pada zaman dahulu ada dua putra raja, mereka kembar
Penulisan artikel analisis unsur intrinsik hikayat indera bangsawan dan unsur ekstrinsik hikayat indera bangsawan terdiri dari tiga bahasan. Bahasan pertama menjelaskan rangkaian cerita hikayat indera bangsawan. Pembahasan kedua berisi uraian unsur intrinsik hikayat indera bangsawan. Bahasan ketiga berisi uraian analisis unsur ekstrinsik hikayat indera bangsawan. HIKAYAT INDERA BANGSAWAN Pada suatu hari Raja Indera Bungsu dari kerajaan Negeri Kobat Syahrial menginginkan anak. Beliau lantas mengutus orang - orang yang diperintah oleh patihnya untuk membaca do'a Qunut dan bersedekah kepada fakir miskin. Tak lama kemudian istrinya, Puteri Sitti Kendi hamil dan melahirkan putra kembar laki- laki. Putra yang sulung lahir dengan sebuah anak panah dan diberi nama Syah Peri. Putra yang bungsu lahir dengan sebilah pedang dan diberi nama Indera Bangsawan. Sejak kecil kedua anak baginda itu dididik dengan baik. Mereka tumbuh dengan akhlak dan perilaku yang baik. Saat usia mereka telah mencapai tujuh tahun, Raja Indera Bungsu memerintahkan kedua putranya untuk belajar mengaji kepada Mualim Sufian. Setelah beberapa lama, mereka belajar pula ilmu kesaktian dari guru mereka. Sang ayah mulai bimbang untuk menentukan siapa yang pantas menggantikannya memerintah kerajaan. Kembimbangan itu karena kedua putranya sama-sama pandai dan berakhlak baik. Pada suatu malam, sang Baginda Raja bermimpi tentang buluh perindu. Sang Raja sangat terpesona dengan buluh tersebut yang memiliki suara sangat merdu. Keesokan harinya, Baginda Raja menceritakan mimpinya tersebut pada kedua anaknya. Ia pun membuat sebuah sayembara untuk kedua putranya, barangsiapa yang bisa mendapat buluh perindu, dialah yang akan menggantikan dirinya untuk menjadi raja. Kedua putranya itu kemudian memohon kepada Baginda Raja untuk memulai pengembaraan mencari buluh perindu yang diinginkan ayahnya. Dalam perjalanan mereka selalu bersama hingga suatu saat karena angin topan, hujan lebat, dan awan gelap gulita mereka jadi terpisah. Syah Peri berjalan dan terus berjalan hingga ia menemukan suatu taman dan sebuah mahligai. Dalam mahligai itu, Syah Peri menemukan sebuah gendang. Dipukulinya gendang tersebut keras-keras. Pada saat dia sedang memukul gendang itu didengarnya suara lain yang berasal dari dalam gendang. Syah Peri lalu merobek gendang tersebut dengan pisaunya. Betapa kagetnya Syah Peri karena dia mendapati seorang Putri dan dayang-dayang nya sedang bersembunyi di dalam gendang. Setelah dikeluarkan dari dalam gendang, Sang Putri bercerita bahwa dia disembunyikan di dalam gendang oleh ayahnya untuk menghindari serangan raksasa Garuda yang telah meluluh-lantahkan kerajaan mereka. Tak lama kemudian raksasa Garuda datang hendak membunuh sang Putri. Syah Peri segera menyelamatkan Sang Putri dan bertarung melawan raksasa Garuda. Raksasa Garuda itupun dapat dikalahkannya. Syah Peri selanjutnya menikahi Putri Ratna Sari dengan disaksikan oleh dayang-dayang Sang Putri. Di lain tempat, Indera Bangsawan menemukan suatu padang yang tidak cukup luas. Di dalam padang itu terdapat sebuah gua yang dihuni oleh raksasa perempuan. Indera Bangsawan bertemu dengan raksasa perempuan itu. Dijadikannya raksasa perempuan itu sebagai neneknya. Selama mereka bersama, raksasa tersebut banyak memberikan pengalaman baiknya, memberikan ilmu-ilmu, memberikan buluh perindu, dan memberikan sebuah senjata berupa sarung kesaktian untuk melawan Buraksa. Raksasa tersebut bercerita bahwa Indera Bangsawan sedang berada di negeri antah berantah yang diperintah oleh Raja Kabir, sebuah kerajaan yang akan dihancurkan oleh Buraksa. Raksasa meminta Indera Bangsawan untuk membantu kerajaan tersebut. Raja Kabir akan menyerahkan putrinya, Putri Kemala Sari kepada Buraksa sebagai upeti agar kerajaan itu tidak di hancurkan oleh Buraksa. Setelah Indera Bangsawan berhasil masuk di wilayah kerajaan dengan menyamar sebagai budak berambut keriting. “Barangsiapa yang bisa membunuh Buraksa dan membawa mata dan hidungnya yang berjumlah tujuh, maka dia akan dinikahkan denga Puteri Kemala Sari” kata Raja Kabir. Indera Bangsawan segera bergegas untuk mengejar dan mencari Buraksa tersebut. Dengan kepandainnya, Indera Bangsawan berhasil menemukan Buraksa lebih dulu dari yang lain, dan akhirnya ia dapat mengalahkan Buraksa. Indera Bangsawan juga memotong mata dan hidung Buraksa yang berjumlah tujuh itu untuk dipersembahkan kepada Raja Kabir. Sampai di istana Indera Bangsawan segera menghadap Raja Kabir. Raja Kabir bahagia karena ada orang yang dapat menyelamatkan putrinya. Pada saat itu juga Putri Kemla Sari segera dinikahkan dengan Indera Bangsawan. Indera Bangsawan sudah mendapatkan buluh perindu yang diinginkan ayahnya, maka ia mengajak istrinya untuk kembali ke kerajaan Kobat Syahrial untuk menghadap ayahnya. Ternyata Indera Bangsawan mendadak jatuh sakit. Di tempat berbeda Syah Peri beberapa hari tidak dapat tidur dengan nyenyak dan selalu memimpikan adiknya, Indera Bangsawan. Dalam mimpinya, Indera Bangsawan sedang sakit keras dan membutuhkan pertolongannya. Maka berangkatlah ia mencari Indera Bangsawan. Setelah berhari-hari mencari, sampailah Syah Peri di kerajaan antah-berantah itu. Ia menemukan Indera Bangsawan sedang tergeletak sakit tak berdaya dengan ditemani istrinya. Syah Peri lalu berusaha untuk menyembuhkan Indera Bangsawan. Selang beberapa hari, Indera Bangsawan berangsur-angsur sembuh. Syah Peri dan istrinya lantas mengajak Indera Bangsawan dan istrinya untuk kembali ke kerajaan Kobat Syahrial. Baginda raja Indera Bungsu sangat bahagia melihat kepulangan kedua putranya yang didampingi juga oleh istrinya. Indera Bangsawan langsung menyerahkan buluh perindu kepada sang ayah. Sang ayah bertambah bahagia dan langsung mengangkat Indera Bangsawan menjadi raja untuk menggantikannya menjadi raja Kobat Syahrial. Untuk membalas kebaikan hati kakaknya, Indera Bangsawan memberi Syah Peri sebuah batu hikmat. Batu hikmat tersebut dapat dimanfaatkan Syah Peri untuk dijadikan sebuah kerajaan lengkap dengan abdi kerajaan, rakyat, dan perlengkapan kerajaan. Akhirnya, kedua kerajaan itu berkembang bersama saling bahu-membahu untuk menciptakan kerukunan, kemakmuran, dan perdamaian. Unsur Intrinsik Hikayat Indera Bangsawan Identifikasi insur intrinsik hikayat indera bangsawan yang akan dibahas terdiri dari tema hikayat indera bangsawan, alur cerita hikayat indera bangsawan, tokoh-tokoh dalam hikayat indera bangsawan, penokohan tokoh hikayat indera bangsawan, latar cerita hikayat indera bangsawan berupa latar tempat, waktu dan suasana hikayat indera bangsawan, sudut pandang pengarang hikayat indera bangsawan, gaya bahasa hikayat indera bangsawan dan amanat hikayat indera bangsawan. Berikut uraian analisis unsur intrinsik hikayat indera bangsawan. 1. Tema Hikayat Indera Bangsawan Tema hikayat indera bangsawan adalah usaha kerja keras dan perjuangan dua putra raja dalam membuktikan kepantasannya meneruskan takhta raja. 2. Tokoh Hikayat Indera Bangsawan Berdasarkan jenis peran yang dimilikinya, Tokoh dalam hikayat indera bangsawan dibedakan menjadi tokoh antagonis, protagonis dan tokoh tritagonis. Berikut bahasan tokoh dalam hikayat indera bangsawan. a. Tokoh Protagonis Tokoh protagonis dalam hikayat indera bangsawan antara lain Raja Indera Bungsu, Putri Sitti Kendi, Syah Peri, Indera Bangsawan, Mualin Sufian, Raksasa Perempuan, Putri Ratna Sari, Putri Kemala Sari. Antagonis Tokoh Antagonis dalam hikayat indera bangsawan adalah Raksasa Garuda. c. Tokoh Tritagonis Tokoh tritagonis dalam hikayat indera bangsawan adalah Raja Kabir. 3. Penokohan Tokoh Hikayat Indera Bangsawan a. Raja Indera Bungsu Watak Raja Indera Bungsu dalam hikayat indera bangsawan yaitu - Sabar dalam menghadapi ujian dan selalu berdoa memohon kepada Allah untuk diberikan putra. - Dermawan, suka tolong menolong, dan perhatian terhadap rakyatnya karena sering membagikan sedekah kepada fakir miskin. - Penyayang dan perhatian terhadap kedua putranya - Mendidik kedua putranya dengan baik sehingga tumbuh dengan akhlak dan perilaku yang baik. b. Putri Sitti Kendi Watak putri sitti kendi dalam hikayat indera bansawan adalah - Sabar dan tawakal dalam menghadapi ujian. - Selalu berdoa memohon kepada Allah untuk diberikan putra. - Sayang dan perhatian terhadap kedua putranya. - Mendidik kedua putranya dengan baik sehingga tumbuh dengan akhlak dan perilaku yang baik. c. Syah Peri Watak syah peri dalam hikayat indera bangsawan yaitu - Patuh kepada kedua orang tuanya. - Amanah dalam melaksanakan perintah Baginda Raja Indera Bungsu untuk mencari buluh perindu. - Perhatian dan pantang menyerah. - Selalu peduli dengan keadaan saudara kembarnya. - Pemberani dan berhasil mengalahkan raksasa Garuda untuk menyelamatkan Putri Ratna Sari dan dayang-dayang. - Baik hati dalam menolong menyelamatkan Putri Ratna Sari dari serangan raksasa Garuda dan berusaha menyembuhkan Indera Bangsawan. d. Indera Bangsawan Watak tokoh indera bangsawan dalam kutipan hikayat indera bangsawan adalah sebagai berikut - Patuh kepada kedua orang tua. - Amanah dalam melaksanakan perintah Baginda Raja untuk mencari buluh perindu. - Pantang menyerah sehingga dia berhasil mendapatkan buluh perindu dan berusaha melawan raksasa Buraksa. - Pemberani dan suka menolong sehingga dia berhasil mengalahkan raksasa Buraksa untuk menyelamatkan Putri Kemala Sari, dan rakyat Raja Kabir. - Menghargai usaha orang lain dengan memberikan Batu Khitmat kepada Syah Peri untuk membalas kebaikan Syah Peri yang telah menyelamatkan nyawanya e. Mualin Sufian Watak mualim sufian dalam hikayat indera bangsawan adalah sebagai berikut - Baik hati karena mau mengajarkan berbagai ilmu yang dia miliki kepada kedua putra Baginda Raja Indera Bungsu. f. Raksasa Garuda Watak raksasa garuda dalam hikayat indera bansgawan adalah sebagai berikut - Jahat karena menyerang negara Putri Ratna Sari. g. Putri Ratna Sari Watak Putri Ratna Sari dalam hikayat indera bangsawan adalah sebagai berikut - Baik hati karena mau menolong dayang-dayangnya dari serangan raksasa Garuda dengan bersembunyi di dalam gendang. h. Putri Kemala Sari Watak putri kemala sari dalam hikayat indera bangsawan yaitu - Patuh kepada kedua orang tua karena mau dijadikan upeti oleh ayahnya yang bernama Raja Kabir. i. Raksasa Perempuan Watak raksasa perempuan dalam hikayat indera bangsawan yaitu - Suka menolong karena banyak membagikan pengalaman hidupnya, memberikan ilmu-ilmu, memberikan buluh perindu, dan memberikan sebuah senjata berupa sarung kesaktian untuk melawan Buraksa kepada Indera Bangsawan. j. Raksasa Buraksa Watak Raksasa Buraksa dalam hikayat indera bangsawan adalah jahat karena meluluh lantakkan negara yang dimpin Raja Kabir. k. Raja Kabir Watak Raja Kabir adalah Mudah menyerah hal ini terlihat saat kerajaannya takluk kepada raksasa dan raja kabir akan menyerahkan putrinya sebagai upeti kepada raksasa Buraksa. 4. Lattar setting Hikayat Indera Bangsawan Latar cerita hikayat indera bansgawan terdiri dari latar tempat, latar waktu dan latar suasana. Berikut uaraiannya a. Lattar Tempat Negeri Kobat Syarial kerajaan yang dipimpin Baginda Raja Indera Bugsu. Di hutan Syah Peri dan Indera Bungsu pergi ke hutan utnuk mencari buluh perindu. Disebuah taman Syah Peri bertemu dan menyelamatkan Putri Ratna Sari dan dayang- dayangnya dari serangan raksasa Garuda. Di gua Indera Bangsawan bertemu dengan raksasa perempuan di gua kemudian dijadikannya sebagai neneknya Negeri antah berantah negeri yang dipimpin Raja Kabir yang pada saat itu tengah diserang raksasa Buraksa. b. Lattar waktu Peristiwa dalam kutipan hikayat terjadi pada keseluruhan waktu pagi, siang, sore, dan malam. c. Lattar suasana Suasana Bahagia Syah Peri dan Putri Ratna Sari beserta dayng- dayangnya selamat dari serangan raksasa Garuda yang telah dikalahkan Syah Peri; Idera Bangsawan dapat mengalahkan raksasa Buraksa dan hidup bahagia bersama Putri Kemala Sari; Indera Bangsawan berhasil mendapatkan buluh perindu yang diinginkan ayahnya, dan kembali ke negeri Kobat Sayhrial dengan selamat; Indera Bangsawan dinobatkan menjadi raja Kobat Syahrial menggantikan ayahnya; dan Syah Peri dengan kerajaanya. Suasana Sedih Di tengah perjalanan dalam mencari buluh perindu Syah Peri dan Indera Bangsawan terpisah karena angin topan, hujan lebat dan awan yang gelap gulita. Pada saat itu Putri Ratna Sari diserang raksasa Garuda, dan negara Raja Kabir diserang raksasa Buraksa; Indera Bangsawan tiba- tiba jatuh sakit. 5. Sudut Pandang Hikayat Indera Bangsawan Sudut pandang pengarang hikayat indera bangsawan adalah Orang ketiga serba tahu. Hal ini terlihat dari banyaknya penggunanaan kata ganti orang ketiga seperti "dia" dan "itu" 6. Alur Hikayat Indera Bangsawan Alur pada hikayat tersebut adalah alur maju. Alasannya karena hikayat menceritakan awal raja Indera Bungsu yang tidak memiliki anak, Indra Bangsawan diasuh oleh raksasa dan dianggap sebagai neneknya sampai akhirnya Indra Bangsawan menyamar menjadi budak berambut keriting sebagai Si Hutan masuk di kerajaan antah berantah. Dengan kepandaian yang dimiliki Indra Bangsawan, Buraksa dapat dikalahkan. Pada akhirnya indra Bangsawan dihadiahi oleh Raja Kabir utuk menjadi suami Putri Kemala Sari. 7. Amanat Hikayat Indera Bangsawan Beberapa pesan moral yang bisa diambil dari cerita hikayat indera bangsawan yaitu a. Hendaklah kita selalu mengingat Allah SWT. b. Hendaklah kita saling tolong-menolong. c. Hendaklah kita tidak mudah menyerah. d. Hendaklah kita selalu bersikap sportif dan jujur. 8. Gaya bahasa Hikayat Indera Bangsawan Gaya bahasa yang digunakan dalam hikayat indra bangsawan adalah Majas metafora. Bukti majas metafoa hikayat indera bangsawan yaitu pada kutipan "Tuan puteri terharu akan kesetiaannya dan menamainya si Kembar". Unsur Ekstrinsik Hikayat Indera Bangsawan Unsur ekstrinisk hikayat indera bangsawan merupakan nilai-nilai hikayat indera bangsawan yang bersumber dari luar cerita hikayat indera bangsawan dan memiliki pengaruh terhadap gambaran maupun alur cerita hikayat indera bangsawan. Beberapa nilai-nilai hikayat indera bangsawan adalah nilai religius, nilai sosial, nilai moral, nilai budaya dan nilai pendidikan. 1. Nilai Religius Hikayat Indera Bangsawan Beberapa nilai religius dalam hikayat indera bangsawan terlihat dari kegiatan melakukan pembacaan doa qunut, membagikan sedekah kepada fakir miskin, dan berpasrah kepada Allah. 2. Nilai Sosial Hikayat Indera Bangsawan Nilai sosial dalam hikayat indera bangsawan yang dapat diamati yaitu ajaran sikap saling tolong-menolong antar sesama manusia. 3. Nilai Moral Hikayat Indera Bangsawan Beberapa nilai moral yang berusaha ditampilkan dalam hikayat indera bangsawan yaitu sikap tidak mudah menyerah, selalu berusaha, bersikap sportif, jujur dan menghargai usaha orang lain. 4. Nilai Budaya Hikayat Indera Bangsawan Unsur nilai budaya yang bisa dilihat dalam hikayat indera bangsawan adalah budaya perjodohan dan adanya budaya atau masyarakat yang mempercayai kesaktian suatu benda. Selain itu, juga terdapat pengaruh budaya kerajaan dimana dalam menentukan penerus takhta kerajaan harus merupakan pewaris yang memiliki hubungan darah dan harus mempunyai kemampuan yang luar biasa 5. Nilai Pendidikan Hikayat Indera Bangsawan Nilai Pendidikan dalam hikayat indera bansgawan yang dapat diamati berupa cara mendidik anak secara baik yang dilakukan oleh raja indera bungsu dengan mengajarkan kedua anaknya untuk menimba ilmu secara mendalam baik dalam ilmu agama maupun beladiri.
CeritaHikayat Indera Bangsawan merupakan salah satu materi yang diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah khususnya kelas X (sepuluh) SMA. Materi yang diajarkan kepada siswa berupa upaya melestarikan Nilai Kearifan Lokal melalui cerita rakyat salah satunya melalui Hikayat.
Unsur Intrinsik Hikayat Indera Bangsawan. Unsur intrinsik meliputi beberapa hal berikut. Nah, berikut dibawah ini penjelasannyaMakna Kata Arkais Hikayat Indera Bangsawan Agar bahasa yang from merupakan gagasan utama yang disampaikan dalam cerita. Nah, berikut dibawah ini penjelasannya Ingatlah kepada tuhan apabila kita dalam Kondisi Sosial Politik Ideologi Dan Ekonomi intrinsik dan ekstrinsik dari hikayat. Hikayat merupakan karya sastra lama yang berbentuk prosa, biasanya dalam bahasa melayu. Dua unsur yang dimaksud ialah unsur intrinsik dan Analisis Isi Teks dosen pendidikan 3 diposting pada 19112020. Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama indera bungsu dari negeri kobat syahrial. You may like these Berdasarkan Asalnya Ini Dibagi Menjadi Beberapa Jenis, Yang Diantaranya Sebagai BerikutNovel ini cenderung di tulis dengan susunan kalimat yang efektif, komunikatif dan menggunakan bahasa yang baku. Nilai didalam hikayat terdiri atas nilai agama, sosial, budaya, moral dan edukasi sebagai berikut. Contoh hikayat yang mempunyai pengaruh jawa, diantaranya sebagai berikut ini27 Februari 2016 1604 DiperbaruiTema kunci kesuksesan adalah kesabaran. Karya sastra disusun oleh dua unsur yang menyusunnya. Unsur intrinsik hikayat selanjutnya adalah Hikayat Indera Bangsawan, Istana Sentris Dapat Dibuktikan Dengan Tokoh Yang Diceritakan Adalah Raja Dan Anak Raja, Yaitu Raja Indera Bungsu, Putranya Syah Peri Dan Indera Bangsawan,Putri Ratna Sari, Raja Kabir, Dan Putri Kemala di dalam dongeng hikayat ditemukan dongeng dalam cerita. Raja indra bungsu kemudiannya bermimpi bahwa yang memperoleh alat musik buluh perindulah akan diangkat jadi penggantinya. Menggunakan semua waktu yaitu pagi, siang, dan malam karena memiliki alur yang maju. UnsurIntrinsik dalam hikayat Si Miskin. Tema :Kunci kesuksesan adalah kesabaran. Perjalanan hidup seseorang yang mengalami banyak rintangan dan cobaan. ciri ciri hikayat hang tuah, ciri ciri hikayat indera bangsawan, ciri ciri hikayat kecuali, ciri ciri hikayat melayu klasik, ciri umum teks cerpen, ciri-ciri karya sastra lama,
Unsur Intrinsik Cerita Hikayat Indera Bangsawan. Hikayat indera bangsawan ditulis olehdahlanforum di/pada juni 9, 2009 tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama indera. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa kunut dan sedekah kepada fakir dan Hikayat Indera Bangsawan dan Ulasan Lengkapnya 2021 PosKata from susunan kalimat, pilihan kata dan ekspresi bahasa. Tema pada” hikayat indera bangsangwan” adalah kehebatana saudara kembar syah peri dan indera bangsawan dalam menghadapi musuh sebelum mencapai kebahagiaan. “hikayat indera bangsawan” berkisah tentang perbuatan baik dan buruk yang pasti akan mendapat balasan Dari Negeri Kobat hikayat ini cerita dalam bahasa sangsekerta, yang bernama mahaummagajataka. Cerita rekaan, contoh hikayat malim dewa. Pusat pengisahan dapat diartikan juga sebagai cara penyampaian cerita, gagasan, ide, atau kisahan dalam cerita Demikian, Tema Dari “Hikayat Indera Bangsawan” Adalah Akibat Dari Suatu mengidentifikasi ciri hikayat sebagai bentuk karya sastra lama 2. Raja indra bungsu kemudiannya bermimpi bahwa yang memperoleh alat musik buluh perindulah akan diangkat. Tema kunci kesuksesan adalah Komunal, Artinya Menjadi Milik statis, artinya tidak mengalami perubahan atau perkembangan. Contoh hikayat melayu asli, diantaranya yaitu Hikayat indera bangsawan ditulis olehdahlanforum di/pada juni 9, 2009 tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Merupakan Gagasan Utama Yang Disampaikan Dalam kisi kisi unas 2015 teknologi. Menggunakan semua waktu yaitu pagi, siang, dan malam karena memiliki alur yang maju. Unsur intrinsik dalam hikayat si miskin. Unsur Unsur Intrinsik Tema, Alur, Tokoh, Latar Dan Amanat Pada HikayatTema pada” hikayat indera bangsangwan” adalah kehebatana saudara kembar syah peri dan indera bangsawan dalam menghadapi musuh sebelum mencapai kebahagiaan. Hikayat berdasarkan asalnya ini dibagi menjadi beberapa jenis, yang diantaranya sebagai berikut Anonim, yaitu tidak dikenal nama pengarangnya.
UnsurUnsur Hikayat Unsur Intrinsik adalah Unsur yang 1. membangun hikayat dari dalam. 1. Tema 2. Alur cerita 3. Tokoh atau penokohan 4. Latar 5. Amanat 6. Sudut pandang 8. C. Unsur-Unsur Hikayat Tema adalah sesuatu yang menjadi dasar cerita, sesuatu yang menjiwai cerita, atau sesuatu yang menjadi pokok masalah dalam cerita. Sinopsis Hikayat “Indera Bangsawan” Hikayat Indera Bangsawan mengisahkan mengenai raja Indra Bungsu yang berada dalam dilema mengenai yang mana dari dua anak kembar lelakinya Syah peri dan Indra Bangsawan akan dijadikan penggantinya. Raja Indra Bungsu kemudiannya bermimpi bahwa yang memperoleh alat musik buluh perindulah akan diangkat jadi penggantinya. Kedua putra raja itu lalu pergi mengembara tetapi berpisah karena ribut. Syahpri menjumpai sebuah bangunan besar yang dihuni oleh puteri Ratna Sari bersama dayangnya. Putri Ratna telah dicolek oleh garuda setelah negerinya dihancurkannya, yang lalu menikah dengan Syah peri. Sementara Indra Bangsawan tersesat di gua yang dihuni raksasa, kemudian keduanya bersahabat. Raksasa itu memberi azimat yang dapat mengubah rupa Indra Bangsawan. Ia kemudian mengabdi kepada raja negeri itu yang sedang mengadakan sayembara bagi siapa yang dapat melenyapkan Buraksa yang mengancam negeri itu dengan meminta putra dan putrinya. Barang siapa yang berhasil akan dikawinkan dengan sang putri. Buraksa berhasil dilenyapkan Indra Bangsawan. Setelah menangguhkan pernikahannya, atas bantuan sahabat raksasa, Indra berhasil memperoleh buluh perindu yang dicari dan kemudian melangsungkan pernikahannya. Ketika suami-istri hendak berangkat ke negeri Indra, tiba-tiba ia jatuh sakit parah akibat perbuatan saudara perempuan Buraksa. Syahpri yang mendengar berita itu, menyusul saudara dan berhasil menyembuhkannya. Setelah Indra Bangsawan menggantikan ayahnya, Syahpri diberi batu azimat oleh saudaranya itu sebagai balas budi dan diciptakannya sebuah negeri lengkap dengan rakyatnya. Kedua saudara itu hidup damai berdampingan. Unsur Intrinsik Hikayat “Indera Bangsawan” Ø Tema Kerajaan, tentang kehebatan Syah Peri dan Indra Bangsawan dalam menghadapimusuh. Ø Alur Maju, karena dimulai dari seorang raja yang bernama raja Indra Bungsu yang tidakmemiliki anak, Indra Bangsawan diasuh oleh raksasa dan dianggap sebagai neneknyadan sampai akhirnya Indra Bangsawan menyamar menjadi sebagai Si Hutan masuk kekerajaan antah berantah. Dan dengan kepandaiannya buraksa raksasa dapatdikalahkan. Kemudian Indra Bangsawan dihadiahi oleh raja antah berantah untukmenjadi suami Putri Kemala Sari. Ø Penokohan a. Syah Peri Baik hati dan suka menolong; dia menolong Puteri Ratna Sarib, b. Indera Bangsawan Pemberani dan pantang menyerah; dia dapat mengalahkan buraksa raksasa,. c. Raja Indra Bungsu Sabar dalam menghadapi ujian; selalu berdo’a memohon kepada Allah untuk diberikan putra. d. Tuan Puteri Sitti Kendi sabar dan tawakal dalam menghadapi ujian; selalu berdo’a memohon kepada Allah untuk diberikan putra, Sayang dan perhatian terhadap kedua putranya; Kedua putranya dididik dengan baik sehingga tumbuh dengan dengan akhlak dan perilaku yang baik. e. Raja Kabir Mudah menyerah dan mudah takluk pada musuh; Raja Khabir takluk pada Buraksa raksasa. f. Raksasa Garuda Jahat; menyerang Negara Putri Ratna Sari. g. Raksasa Perempuan Suka menolong; Banyak memberikan pengalaman baiknya, memberikan ilmu-ilmu, memberikan buluh perindu, dan memberikan sebuah senjata berupa sarung kesaktian untuk melawan Buraksa kepada Indera Bangsawan. h. Raksasa Buraksa Jahat; Telah meluluh lantahkan Negara yang dipimpin Raja Kabir. i. Putri Ratna Sari Suka Menolong; menolong dayang-dayangnya dari serangan Raksasa Garuda dengan bersembunyi di dalam gendang. j. Putri Kemala Sari Patuh kepada kedua orang tua; Mau dijadikan upeti oleh sang Ayah, Raja Kabir. Ø Sudut pandang Orang ketiga sebagai pencerita karena serba tahu Ø Latar Latar tempat Negeri Kobat Syahrial, di hutan, di sebuah taman, dan di negeri antah berantah. Latar waktu Pagi, siang, sore, dan malam dalam hikayat ini terjadi pada keseluruhan waktu. Latar suasana Bahagia 1. Syah peri dan Putri Ratna Sari beserta dayang-dayangnya selamat dari serangan raksasa Garuda yang telah dikalahkan Syah Peri; 2. Indra Bangsawan dapat mengalahkan raksasa Buraksa dan hidup bahagia bersama Putri Kemala Sari; 3. Indra Bangsawan berhasil mendapatkan buluh perindu yang diinginkan ayahnya, dan kembali ke Negeri Kobat Syahrial dengan selamat; 4. Indra Bangsawan dinobatkan Menjadi Raja Kobat Syahrial menggantikan ayahnya; dan Syah Peri dengan kerajaannya. Sedih Di tengah perjalanan dalam mencari buluh perindu Syah Peri dan Indra Bangsawan terpisah karena angin topan, hujan lebat dan awan yang gelap gulita. Pada saat itu Putri Ratna Sari diserang raksasa Garuda, dan Negara Raja Kabir diserang raksasa Buraksa, dan pada saat Indra Bangsawan terjatuh sakit. Ø Amanat ü Hendaklah kita tidak mudah untuk menyerah. ü Hendaklah kita selalu bersikap sportif dan jujur. Ø Gaya Bahasa Majas Metafora Unsur Ektrinsik Hikayat “Indera Bangsawan” Hal ini dibuktikan oleh beberapa peristiwa yang dilakukan beberapa tokoh, contohnya melakukan pembacaan doa qunut, membagikan sedekah kepada fakir miskin, dan berserah pada Allah. Hubungan dengan masa kini yaitu pembacaan doa qunut kurang dilaksanakan, apalagi orang orang menganggap itu hanya budaya nenek moyang mereka Saling menolong sesama Tidak mudah menyerah, selalu berusaha, sportif, jujur dan menghargai usaha orang lain Pada jaman dahulu masih ada perjodohan dan kepercayaan akan kesaktian benda 3 Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik dalm Hikayat. Karya sastra disusun oleh dua unsur yang menyusunnya. Dua unsur yang dimaksud ialah unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik ialah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra, seperti : tema, tokoh dan penokohan, alur dan pengaluran, latae HikayatIndera Bangsawan mengisahkan mengenai raja Indra Bungsu yang berada dalam dilema mengenai yang mana dari dua anak kembar lelakinya Syahpri dan Indra Bangsawan akan dijadikan penggantinya. Raja Indra Bungsu kemudiannya bermimpi bahwa yang memperoleh alat musik buluh perindulah akan diangkat jadi penggantinya. Unsur Intrinsik : Ø Wataktokoh indera bangsawan dalam kutipan hikayat indera bangsawan adalah sebagai berikut: - Patuh kepada kedua orang tua. - Amanah dalam melaksanakan perintah Baginda Raja untuk mencari buluh perindu. - Pantang menyerah sehingga dia berhasil mendapatkan buluh perindu dan berusaha melawan raksasa Buraksa. 6UBM6.
  • sss88xhjs4.pages.dev/466
  • sss88xhjs4.pages.dev/821
  • sss88xhjs4.pages.dev/145
  • sss88xhjs4.pages.dev/48
  • sss88xhjs4.pages.dev/52
  • sss88xhjs4.pages.dev/345
  • sss88xhjs4.pages.dev/921
  • sss88xhjs4.pages.dev/995
  • unsur intrinsik dalam hikayat indera bangsawan